“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Q.S Al-Isra : 1)
Tanggal 27 Rajab dikenal sebagai hari Isra Mi’raj yang merupakan salah satu hari besar yang dirayakan umat Islam tiap tahunnya. Pada tanggal tersebut berlangsung fenomena penting bagi umat Islam, yaitu Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Tepatnya seperti tanggal yang ditunjukkan sejarahwan yaitu, tanggal 27 Rajab tahun ke 11 setelah pengangkatan Muhammad sebagai Nabi. Tiap tahunnya umat Islam Indonesia mengenang peristiwa itu. Mengenang Isra dan Mi’raj berarti juga mengenang fenomena perjalanan semalam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha. Fenomena itu diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra : 1 yang artinya, “Maha suci Allah yang memperjalakan hamba-Nya pada suatu malam dan al Masjidil Haram ke al Masjidil Aqsa yang Kami berkahi sekelilingya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami sesungguhnya Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.
Ayat diatas menggambarkan kemahakuasaan Allah Swt. kepada umat manusia. Allah Swt. yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad Saw) dari Masjidil Haram di Mekkah menuju ke Masjidil Aqsha di Palestina, hanya dalam waktu 1 malam. Tentu kejadian ini tidak dapat diterima secara akal sehat manusia, mengingat jarak antara Mekkah dan Palestina adalah ±1350 Km. Terlebih lagi perjalanan tersebut dilanjutkan menuju ke Sidratul Muntaha, yang terjadi pada malam itu juga. Suatu hal yang mustahil dan mengada-ada untuk zaman saat itu.
Peristiwa Isra Mi’raj, selain menunjukkan tanda-tanda Kemahakuasaan Allah Swt. juga mengandung hikmah yang sangat besar yang dapat menguji kekuatan iman seseorang. Bukan hanya sekedar menyakini peristiwa tersebut dengan melakukan perayaan besar! Tetapi lebih dari itu. Pengamalan dari apa yang dibawa Rusulullah Saw. dalam peristiwa itu, yaitu perintah sholat, haruslah ditegakkan diatas amalan-amalan lain. Betapa pentingnya ibadah sholat sehingga Allah Swt. langsung menyampaikannya kepada Rasulullah Saw. secara langsung, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril As dalam peristiwa Isra Mi’raj. Bahkan, setiap muslim dapat mengalami Mi’raj ketika ia sholat. Karena sholat adalah amal ibadah yang memberi kesempatan kepada kita untuk menanggalkan sifat kemanusiaan kita, menghadapkan hati dan pikiran kita hanya kepada Allah Swt. Tentu saja bukan bertemu secara fisik, melainkan melihat dengan mata hati serta merasakan kehadiran-Nya secara intuitif. Orang bijak selalu mengingatkan pada kita, bahwa setiap orang islam harus bersyahadat minimal 9 kali dalam sehari. Syahadat dalam hal ini bukan hanya membacanya 9 kali tanpa melakukan ibadah lain. Ingat, bahwa di dalam sholat kita selalu besyahadat disetiap tahiyat, dan dalam 5 waktu sholat (dalam sehari) terdapat 9 kali syahadat. Jadi bukan hanya sekedar membaca 2 kalimat syahadat, tetapi seorang muslim haruslah mengerjakan sholat 5 kali dalam sehari, yaitu Ashar, Manghrib, Isya’, Subuh, dan Dhuhur serta ditambah dengan amalan shalat shunnah yang di contohkan oleh Rasulullah Saw.
Untuk itu marilah kita sandarkan hati kita pada nilai keimanan yang sesungguhnya, dengan berupaya menegakkan risalah yang disampaikan Rasulullah Saw. kepada kita ummat Islam, termasuk didalamnya menegakkan sholat dalam keseharian kita, karena sesungguhnya sholat adalah tiang agama, dan amalan yang akan dihisab pertama kali.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Sesuatu yang pertama kali diperhitungkan pada hamba adalah shalatnya, jika ia menyempurnakannya. Jika tidak (sempurna) maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Lihatlah apakah hambaKu mempunyai (shalat) sunat ?”. Jika kedapatan padanya (shalat) sunat, maka Allah berfirman : “Sempurnakanlah fardhu itu dengannya”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berlalu. Tidak terasa peringatan demi peringatan Isra miraj, sering kita laksanakan setiap tahun. Walaupun peristiwa yang sangat bersejarah ini telah berulang kali kita peringati, namun hal ini tidak pernah membosankan kita sebagai seorang mukmin. Karena dengan adanya peringatan Isra mi’raj ini, sangat banyak manfaat yang akan kita dapatkan, baik itu berupa pelajaran, hikmah bagi kita, maupun sebagai siraman rohani dan pemantapan iman di dalam dada-dada kita.
Untuk memperingati peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke langit ke tujuh yang jatuh pada tanggal 24 April 2017, kami, segenap warga SMP Negeri 12 Tegal menggelar beberapa acara. Dua diantara acara-acara tersebut adalah ceramah dan bazar yang melibatkan seluruh warga SMP SMP Negeri 12 Tegal.
Berdasarkan rapat OSIS telah disepakati bahwa pada hari Sabtu, 22 April 2017 diselenggarakan beberapa acara untuk memperingati hari Isra’ Mi’raj. Acara-acara tersebut meliputi lomba tartil dan kaligrafi.

